مَنْ اَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ الْأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمِا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ (رَوَاهُ الْبُخَارِى وَمُسْلِمٌ ) “Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsipa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sunday, August 19, 2018

DERETAN KEUTAMAAN PUASA ARAFAH (9 Dzulhijjah)

DERETAN KEUTAMAAN PUASA ARAFAH (9 Dzulhijjah)


Salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”
Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”
Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.
عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).
عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ
“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124).
Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyahrahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).
Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).
Semoga Allah beri hidayah pada kita untuk terus beramal sholih.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
CP: https://muslim.or.id/18509-keutamaan-puasa-arafah.html

Friday, August 3, 2018

Pentingnya Pendidikan Islam dan Menghafal Al-Qur'an

Pentingnya Pendidikan Islam dan Menghafal Al-Qur'an

ALQURAN adalah kitab suci, umat Islam wajib mengimani dan meyakini bahwa Alquran diturunkan oleh Allah Swt. Alquranmerupakan mukjizat yang sangat berharga bagi umat Islamhingga akhir zaman. Kitab suci yang diturunkan pada bulan suciRamadhan ini, di dalamnya terkandung ayat-ayat berisi mengenai akidah, ibadah, akhlak, hukum, peringatan, kisah-kisah, dan dorongan untuk berfikir. Maka dari itulah Alquran merupakan pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan.
Alquran sebagai dasar hukum yang pertama dan tidak diragukan lagi oleh umat Islam bahwa Alquran adalah sumber yang asasi bagi seluruh dimensi keislaman. Dari Alquran inilah dasar-dasar hukum Islam beserta cabang-cabang dan penjabarannya digali, sebagaimana firman Allah Swt, “Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89).
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Alquran berfungsi memberikan petunjuk, rahmat dan menyampaikan kabar gembira kepada manusia yang mau berserah diri. Generasi mudaIslam yang mampu secara optimal dalam merealisasikan tujuan hidupnya, maka sesungguhnya ia telah merealisasikan tujuan hidup dan menunjukkan eksistensinya dalam hidup. Oleh karena itu, generasi muda Islam yang tidak memiliki tujuan hidup akan terasa hampa serta tidak memiliki makna. Generasi muda Islamadalah kekuatan sekaligus kebanggaan umat Islam.
Alquran bertujuan membimbing manusia yang didalamnya termasuk generasi muda Islam agar tetap berada di jalan-Nya dan tidak terjebak dalam kesesatan. Namun dalam perkembangannya, generasi muda islam sekarang ini mulai jauh bahkan asing dari Alquran, hal ini tidak lepas dari permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh generasi muda Islam, sifat generasi muda Islam yang masih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang cenderung negatif dan kurang perhitungan.
Pengaruh pola pikir generasi muda Islam yang liberalisme dan kapitalisme yang didasari oleh kehidupan individualisme, akan merusak tatanan kehidupan yang sudah mengakar pada generasi sebelumnya, yaitu saling tolong-menolong dan peduli sesama. Realita lain yang cukup memprihatinkan sekarang ini adalah rendahnya semangat generasi muda Islam untuk menjadikanAlquran sebagai pedoman hidupnya. Belajar Alquran tidak menjadi penting, bahkan terlupakan, seakan tidak wajib dan sia-sia.
Solusi
Setidaknya, ada tiga tujuan penting diturunkannya Alquran yang bisa dijadikan solusi menyelamatkan generasi muda Islam, yaitu: Pertama, penguatan akidah. Alquran mengajak manusia berpikir tentang kekuasaan dan keesaan Allah Swt. Dan dengan berbagai dalil, Alquran juga mengajarkan kepada manusia untuk membuktikan bahwa zat Allah tidak tersusun, tidak membutuhkan tempat dan adanya hari kebangkitan.
Firman Allah Swt, “Allah, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kalian di hari kiamat yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?” (QS. an-Nisa: 87).Alquran juga berfungsi untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. “Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Alquran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.” (QS. al-Hadiid: 9).
Kedua, memperbaiki tata cara ibadah. Fungsi Alquran yang terpenting adalah sebagai pedoman bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Alquranberisi ajaran, petunjuk dan informasi yang sangat lengkap, mulai dari masalah akidah, ibadah dan akhlak, hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya. Generasi muda Islam sekarang ini selain tidak mampu memahami atas maksud diturunkannyaAlquran juga lemah dalam membaca Alquran dan menghafalnya.
Alquran yang diturunkan sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi oleh generasi muda Islam, justru jauh dan asing dari kehidupannya. Alquran hanya diambil oleh sebagian kecil generasi muda Islam dalam aspek bacaannya saja sementara ketentuan dan hukum-hukumnya ditinggalkan. Manusia diciptakan Allah, untuk beribadah kepada-Nya, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. azd-Dzariat: 56).
Maka sangat wajar, jika Allah menuntut manusia terutama generasi muda Islam untuk beribadah, karena Allah telah menciptakan, memberikan kekuatan dan menurunkan nikmat yang sangat banyak kepadanya. Alquran memberikan petunjuk yang jelas, yaitu meletakkan seluruh aspek kehidupan dalam rangka ibadah dan solusi pencapaian kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan yang hendak dicapai adalah kebahagian yang hakiki dan abadi.
Ketiga, memperbaiki akhlak atau moral. Generasi muda Islamharus didekatkan dengan Alquran, penghayatan pesan moral dan akhlak mutlak harus ditanamkan, agar terjadi keseimbangan dalam bertindak. Lemahnya generasi muda Islam dalam mengamalkan pesan moral yang termaktub dalam Alquran, turut memperlemah langkah-langkah penegakan syariat islam.
Peran generasi muda Islam dalam menjaga eksistensi agama di bumi ini khususnya Aceh adalah dengan ikut serta membantu membumikan pesan moral ke setiap jiwa raga manusianya. Untuk mengetahui nasib masa depan umat Islam adalah dengan melihat generasi muda Islam saat ini. Bila generasi muda Islammoralnya seperti tergambar dalam Alquran, maka masa depan umatnya tersebut adalah sangat baik.
Sebaliknya bila generasi muda Islam moralnya jauh dari Alquran, maka masa depan umatnya tersebut akan hancur dan hilang ditelan masa. Sungguh ironis, banyak generasi muda Islam yang meninggalkan Alquran, mereka tidak bisa membacanya, apalagi menghafal dan mengamalkannya. Wassalam

sumber/cp : serambihaceh.com

Sunday, July 8, 2018

Di Dukung Ulama SULTRA, Pengurus Terus Genjot Realisasi Pondok Tahfidz Al-Qalam Konawe Selatan

Di Dukung Ulama SULTRA, Pengurus Terus Genjot Realisasi Pondok Tahfidz Al-Qalam Konawe Selatan

(Foto Uki Akrillah bersama Al Ustadz Zezen Zaenal Mursalin (Pembina Islamic Center Muadz Bin Jabal Kendari) dalam sebuah kunjungan singkat para pengurus pondok Al-Qalam Konawe Selatan)
RUMAHSANTRI.COM: KENDARI - Beberapa waktu yang lalu, tim melakukan kunjungan ke kediaman beberapa ustadz terkemuka di kota Kendari dalam rangka silaturahmi serta meminta saran dan dukungan. Dimulai dari mengunjungi pimpinan pondok tahfidz Qur'an Masjid Agung Al-Kautsar Al Ustadz Laenre Manna kemudian ke kediaman Al Ustadz Zezen Zaenal Mursalin (04/07/2018). 

Alhamdulilah seluruhnya mendukung usaha kami mendirikan pondok ini, berikut juga mencerahkan tim dengan begitu banyak informasi dan saran-saran yang sangat bermanfaat. Dukungan juga diutarakan oleh Al Ustadz Muhammad Anwar Obaid selaku anggota Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tenggara, Semoga Allah selalu merahmati ketiganya.

"Sangat baik itu. Dan usahakan pengasuhnya minimal Hafidz 15 juz," Ujarnya kepada salah satu pengurus.

Di nahkodai oleh para generasi muda, realisasi Pondok Tahfidz Al-Qalam Konawe Selatan memang sedikit tertatih. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan ikhtiar dari para pengurus untuk terus merealisasikan berdirinya pondok Tahfidz Al-Qalam. 

Tim juga terus melakukan berbagai sosialisasi kepada para warga Desa Abenggi dan masyarakat sekitar lokasi pembangunan, dalam rangka meminta dukungan agar pondok ini segera terwujud. 
semoga Allah selalu meridhai apa yang kita usahakan. 


Wednesday, July 4, 2018

20 Manfaat Infak dan Sedekah

20 Manfaat Infak dan Sedekah

Infak dan Sedekah


Dengan Ridhonya. Menurut Istilah Agama Islam infak berarti menafkahkan atau membelanjakan sebagian harta benda yang dimiliki di jalan yang di ridhoi Allah swt.. Sedangkan sedekah adalah  memberikan bantuan atau pertolongan  berupa barang/ harta atau  lainnya tanpa mengharap imbalan dari orang lain dan hanya mengharap Ridla Allah swt.

Baik infak maupun sedekah adalah perbuatan yang mulia yang diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa dilaksanakan oleh hamba Allah.
Allah swt berfirman dalam surah Ali ’Imran/3 ayat 92 yang  berbunyi :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْئٍ فَاِنَّ اللهَ بِهِ عَلِمٌ (ال عمران : ٩٢
Artinya :
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan ( yang sempurna ), sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. ( Q.S Ali Imran/3 ayat 92):

Dalam hadist Nabi Muhamad saw juga disebutkan :
اِذَامَاتَ ابْنُ اَدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّمِنْ ثَلاَ ثٍ صَدَقَةٍ جَارِيةٍ اَوْ عِلْمِ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَا لِحٍ يَدْ عُوْ لَهُ (رواه مسلم)

Artinya :
Apabila anak Adam ( manusia ) telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu ang bermanfaat dan doa anak yang saleh untuk orang tuanya. ( H.R. Muslim )

Dalam hadis lain juga disebutkan tentang keutamaan memberi daripada menerima atau tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah:
اَلْيَدُ اْلعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اْلَيَدِ السُّفْلىَ (رواه البخارى ومسلم)
Artinya :
Tangan yang di atas  ( pemberi ) lebih baik dari tangan yang di bawah ( yang menerima ) ( H. R. Bukhari dan Muslim )

Manfaatnya :
1. Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.

2. Banyak orang yang merasa ragu dengan keajaiban sedekah, Tapi jika mereka semua mau bersedekah hari ini juga, maka di esok hari tak ada seorangpun yang ragu akan keajaiban sedekah.

3. Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.

4. Sebelum mendapatkan sesuatu yang besar, bersedekahlah dengan sesuatu yang besar. Karena hal itu akan menjamin hal besar tadi bisa anda nikmati untuk waktu yang lama.

5. Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.

6. Bersedekahlah hari ini, dan bersedekahlah hari esok, dan tetaplah bersedekah di hari-hari selanjutnya. Jika kebiasaan anda seperti ini, rezeki melimpah pasti sangat tergoda untuk mendatangi anda.

7. jika doa orang lemah mudah didengar Tuhan, maka bersedekah kepada mereka membuat anda selalu diperhatikan oleh Tuhan.

8. Jika semua orang bersedekah, maka beberapa rumus-rumus matematika dalam ilmu ekonomi perlu diperbaiki.

9. Keajaiban sedekah bukan teori yang hanya manis dimulut, tapi ia adlaah metode praktis yang sangat manis jika diterapkan.

10. Simpanlah uang anda di Bank, maka ia akan bertambah 5%. Investasikan uang anda di bisnis, ia akan bertambah 100%. Salurkan uang anda melalui sedekah, ia akan bertambah 1000%.

11. Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan rezeki dalam jumlah yang besar.

12. Dari pada mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah, lebih baik mengeluarkan uang tersebut untuk bersedekah. Sedekah akan menyelesaikan masalah tersebut dengan sendirinya.

13. Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.

14. Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.

15. Mereka berkata: dia bersedekah karena banyak uangnya. Padahal ia banyak uangnya karena rajin bersedekah.

16. Keajaiban sedekah itu berlaku bagi siapa saja, baik bagi orang beriman, maupun orang tak berAgama.

17. Orang yang telah merasakan keajaiban sedekah telah berjuta-juta jumlahnya. Jika ia dijadikan sebuah penelitian, maka keajaiban sedekah adalah sesuatu yang tak diragukan lagi keberadaannya.

18. Sedekah adalah investasi paling menguntungkan, sekaligus investasi yang paling mudah dan sederhana dilakukan.

19. Pancinglah reseki dengan sedekah semaksimal mungkin. Kemudian sedekahkan reseki hasil pancingan tadi untuk memancing reseki yang jauh lebih melimpah.

20. Hanya orang layak yang berhak menerima sesuatu yang spesial. Rajin bersedekah membuktikan kalau anda telah menjadi orang-orang yang layak.



Andaikata kita mau mensyukuri nikmat yang salah satunya adalah dengan bersedekah, niscaya akan tercipta hubungan harmonis dalam masyarakat tersebut. Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa tegaknya dunia itu disebutkan karena empat hal. Pertama, ilmu para ulama. Kedua, keadilan para umara (pemimpin). Ketiga, kedermawanan orang-orang kaya. Keempat, kesabaran orang-orang miskin. Apabila keempat hal ini bisa terealisasi insya Allah akan tercipta keamanan dan ketentraman dalam masyarakat tersebut. Tidak akan terjadi kecemburuan sosial menyebabkan rasa iri dan dengki.

Sebenarnya adanya perasaan iri dan dengki itu disebabkan karena tidak adanya tali ikatan yang kuat. Orang yang miskin tidak akan iri kepada orang kaya apabila orang kaya tersebut mau berbagi suka kepadanya. Kecemburuan sosial tidak pernah muncul jika antara si kaya dan si miskin mau saling mengenal, memahami, dan saling membantu. Dengan demikian nyatalah bahwa sedekah bisa memperkuat tali hubungan dalam masyarakat.

cp : http://www.denganridhonya.com/2016/05/20-manfaat-dari-infak-dan-sedekah.html

Sunday, June 10, 2018

Kisah Dimulai Dari Abrahah dan Pasukan Gajahnya

Kisah Dimulai Dari Abrahah dan Pasukan Gajahnya

RINGKASAN SIRAH NABAWIYAH (BAGIAN 1)


I. Asal muasal Tahun Gajah.


Hal ini terlihat jelas dalam surat yang dikirimkannya kepada raja Habasyah ketika itu yaitu Najasyi ( Negus).
“ Baginda, kami telah membangun sebuah gereja yang tiada taranya sebelum itu. Kami tidak akan berhenti sebelum dapat mengalihkan perhatian  orang-orang Arab kepadanya dalam  melakukan peribadatan yang selama ini mereka adakan di Ka’bah “.
Ketika itu Ka’bah di Mekkah memang sudah merupakan pusat peribadatan terbesar  di semenanjung Arabia. Mendengar berita ini, seorang Arab yang menjadi penjaga Ka’bah sengaja mendatangi Qullais dengan maksud mempermalukan Abrahah. Ia dikabarkan mengotori bagian-bagian penting gereja megah tersebut dengan tinja.
Tentu saja tindakan tersebut  membuat Abrahah marah besar. Ia bersumpah akan membalas perbuatan kotor tersebut dengan menghancurkan Ka’bah yang dari semula memang sudah dibencinya. Maka berangkatlah Abrahah dengan membawa pasukan gajahnya yang besar menuju Mekkah.
Pasukan Abrahah adalah pasukan yang amat kuat dan sangat  ditakuti musuh. Selama perjalanan pasukan ini berhasil menaklukan orang-orang yang berusaha melawannya. Hingga akhirnya sampailah ia di gerbang  kota  Mekkah tanpa perlawanan yang berarti.
Di tempat ini ia berhadapan dengan penguasa Mekkah yaitu Abdul Mutthalib bin Hasyim, seorang pemuka Quraisy yang disegani. Ialah yang selama ini bertanggung jawab terhadap Ka’bah termasuk pelaksanaan ibadat haji yang telah dikenal sejak dahulu kala. Abrahah mengatakan bahwa kedatangannya ke Mekkah bukan untuk memerangi penduduk Mekkah melainkan untuk menghancurkan Ka’bah. Ia juga menambahkan apabila mereka tidak melawan maka ia tidak akan menumpahkan darah.
 Kami tidak berniat hendak memerangi Abrahah karena kami tidak memiliki kekuatan untuk itu. Rumah suci itu ( Ka’bah) adalah milik Allah yang dibangun oleh nabi Ibrahim as.  Jika Allah  hendak mencegah penghancurannya itu adalah urusan Pemilik Rumah suci itu tetapi jika Allah hendak membiarkannya dihancurkan orang maka kami tidak sangggup mempertahankannya”, begitu jawaban diplomatis  Abdul Mutthalib.
Dengan demikian pasukan Abrahahpun mustinya tanpa hambatan dapat melaksanakan keinginan menggebu-gebu pemimpin mereka untuk menghancurkan bait Allah. Sementara itu Abdul Mutthalib sebagai pemimpin Mekkah hanya dapat memerintahkan penduduk untuk segera pergi dan berlindung.
Namun apa yang kemudian terjadi? Dari balik persembunyian di tebing-tebing tinggi batu cadas yang mengelilingi kota Mekkah, penduduk dengan mata kepala sendiri dapat menyaksikan betapa ribuan burung kecil bernama Ababil berterbangan cepat menuju Ka’bah. Sementara itu ada laporan bahwa gajah-gajah yang dibawa pasukan Abrahah itu mogok.  Ketika gajah dihadapkan kea rah Ka’bah, ia segera bersimpuh dan tidak mau berdiri. Dan ketika ia dihadapkan ke arah Yaman, ia segera lari tergopoh-gopoh.
Yang lebih mencengangkan lagi, burung-burung kecil tersebut masing-masing membawa 3 buah batu kecil. Satu di paruh  dua lainnnya di kaki kanan dan kiri mereka. Anehnya walaupun batu-batu tersebut sebenarnya hanya sebesar biji gandum namun ketika mengenai tubuh orang yang dijatuhinya iapun binasa!
Dalam keadaan panik pasukan Abrahah berlarian kian kemari. Banyak diantara mereka yang meninggal dunia.  Sementara Abrahah sendiri  dalam keadaan luka parah di gotong pasukannya kembali ke negrinya. Darah dan nanah terus mengucur dari sekujur tubuh dan kepalanya. Ia wafat begitu tiba d Shan’a karena jantungnya pecah hingga mengeluarkan banyak darah dari hidung dan mulutnya.
Beberapa tahun kemudian  peristiwa yang makin membuat harum nama bani Quraisy sebagai penjaga Ka’bah yang dilindungi Tuhannya ini diabadikan-Nya dalam salah satu surat Al- Quranul Karim, yaitu surat Al-Fiil yang berarti gajah. Surat ke 105 ini diturunkan di Mekkah.
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.
Tahun di waktu terjadi peristiwa tersebut kemudian dinamakan tahun Gajah. Tahun ini bersamaan dengan tahun 571 M. Di tahun inilah Rasulullah Muhammad saw  dilahirkan.
( Bersambung )
Membantu Istri Itu Sunnah Lho!

Membantu Istri Itu Sunnah Lho!


Salah satu sunnah yang mungkin mulai diitinggalkan para suami adalah membantu istri dan pekerjaannya di rumah, semoga para suami bisa menerapkan sunnah ini walaupun hanya sedikit saja. Beberapa suami bisa jadi cuek terhadap pekerjaan istri di rumahnya apalagi istri pekerjaannya sangat banyak dan anak-anak juga banyak yang harus diurus dan dididik.
Merupakan kebiasaan dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membantu pekerjaan istrinya di rumah.
‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,
كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi shalat” (HR Bukhari).
Hal ini merupakan sifat tawaadhu’ (rendah hati) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencontohkannya pada manusia, padahal beliau adalah seorang pimpinan dan qadhi tertinggi kaum muslimin. Bisa jadi ada suami yang merasa diri menjadi rendah jika melakukan perbuatan dan pekerjaan rumah tangga karena ia adalah orang besar dan berkedudukan bahkan bos di tempat kerjanya.
Ibnu Hajar al-Asqalani berkata menjelaskan hadits ini,
من أخلاق الأنبياء التواضع ، والبعد عن التنعم ، وامتهان النفس ليستن بهم ولئلا يخلدوا إلى الرفاهية المذمومة
“Di antara akhlak mulai para nabi adalah tawaadhu’ dan sangat jauh dari suka bersenang-senang (bermewah-mewah) dan melatih diri untuk hal ini, agar mereka tidak terus-menerus berada pada kemewahan yang tercela (mewah tidak tercela secara mutlak).” (Fathul Bari kitab adab hal. 472)
Membantu istri bisa dilakukan dengan pekerjaan sederhana, terkadang membantu hal yang sederhana saja sudah membuat senang dan bahagia para istri, semisal menyapu emperan saja, mencuci piring dan lain-lainnya.
Dalam hadits lainnya, ‘Aisyah menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan hal-hal sederhana untuk membantu istri-istri beliau semisal mengangkat ember dan menjahit bajunya.
عن عروة قال قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم  إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ
Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).
Ini adalah bentuk muamalah yang baik kepada istri dan diperintahkan dalam AL-Quran.
Allah berfirman,
وعَاشِرُوْهُنَّ بِالمَعْرُوْف
Dan pergaulilah mereka (istri-istri kalian) dengan cara yang ma’ruf” (QS An Nisaa’:19)
Dan firman Allah,
وَلَهٌنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْف
Dan hak mereka semisal kewajiban mereka dengan cara yang ma’ruf” (QS Al Baqarah: 228)
Berbuat baik pada istri merupakan bentuk akhlak sebenarnya (akhlak asli) seorang suami. Istri merupakan “bawahan suami” dan seseorang akan mudah melampiaskan akhlak buruknya ketika menghadapi orang yang derajat/jabatannya di bawahnya. Oleh karena itu, sebaik-baik akhlak seseorang adalah yang paling baik terhadap istrinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا
‘Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya (HR At-Tirmidzi As-Shahihah no 284).
Seorang suami di rumah bersama istri dan keluarganya tidak boleh gengsinya tinggi dan kasar, tetapi harus ramah dan berlapang-lapang dengan keluarga dan istrinya.
Dari Tsabit bin Ubaid berkata,
عن ثابت بن عبيد رحمه الله قال : مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَجَلَّ إِذَا جَلَسَ مَعَ الْقَوْمِ ، وَلاَ أَفْكَهَ فِي بَيْتِهِ ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت
Aku belum pernah melihat seorang yang demikian berwibawa saat duduk bersama kawan-kawan namun demikian akrab dan kocak saat berada di rumah melebihi Zaid bin Tsabit” (Al-Adab al-Mufrad karya al-Bukhari no 286).
Demikian semoga bermanfaat

cp: https://muslim.or.id/39376-sunnah-membantu-istri-di-rumah.html